Oleh: rusli | Juli 11, 2009

Di Kaki Bukit Domato

Seekor burung indah kepakkan sayapnya

Di pagi nan indah, di puncak bukit Tanah Putih

Sejenak ia menari, lalu melejit pergi

Menyepi,

Di tepian sungai kaki bukit

Menunggu pasangannya, bercengkerama, mengais makanan

Dari sisa-sisa kayu

Yang roboh dihajar mesin chain shaw

Dari kaki bukit ini

Kicau burung makin jarang

Karena anak negerinya tak peduli lagi dengan kekayaan alamnya

Yang tersisa hanya langit yang berwarna merah tembaga

Mungkin nanti,

Kita hanya menyaksikannya di catatan seorang naturalis

Yang ratusan tahun lalu, bersusah payah datang ke negeri nan indah ini

Meski harus naik giup dan rorehe

Demi bakti pada alam dan ilmu

Kini, di kaki bukit Domato

Yang tinggal hanya serakah dan nista atas alam.

IMG_6383

Sidangoli, 5 Mei 2009


Beri tanggapan

Your response:

Kategori