Oleh: rusli | Juni 25, 2009

Di Atas Mesjid Sigi Lamo

(catatan untuk renovasi Mesjid Sultan Ternate)

Di sini, ada sebuah gedung tua yang menyimpan cerita

Kisah tentang datangnya para penyebar agama

Sejak  jaman  Sida Arif Malamo hingga Zainal Abidin dan Babullah yang Agung

Aku terpaku sejenak, Sebuah gambar tua di tanganku, sudah tak nampak lagi

Ada bangunan baru yang berbeda dengan gambar

Yang konon harus dirobah demi titah seorang,

Yang kuasanya melebihi kuasa Boki Nukila,

Bahkan kuasa para Momole………….

Di mihrabnya yang Agung Alunan ayat Qur’an kian melemah

Karena yang sakral dari tempat bertuah ini,

harus dihilangkan

Demi menyenangkan hati sang Permaisuri

yang kuasanya melampaui Ratu Gung Binatara

dan bermimpi ingin jadi penguasa monarkhi absolut

di sebuah negeri yang berdiri di atas altar monarkhi konstitusional

Di sisa tingkap mesjid tua itu, kutangkap seraut wajah tua

wajah seorang bala

usai sholat memandang ke samping mesjid

dia berujar lemah: apa yang salah dari negeri ini,

kenapa semua tradisi baik dan jejak sejarah harus dihilangkan?

Gamalama, 18 Juni 2009

Catatan :

Boki : Putri dan permaisuri Sultan

Bala : Rakyat jelata

Sigi Lamo : Mesjid Besar/Agung

Momole : Peguasa Ternate awal


Beri tanggapan

Your response:

Kategori