Oleh: rusli | Oktober 14, 2008

Basri Amin, Antara Ternate dan Leiden

Basri Amin,  Antara Ternate dan Leiden
Harus ada Gagasan yang jernih dari orang yang energik dan berkeinginan baik. Ungkapan Thompson ini dikutip Basri Amin, Kandidat PhD pada Universiteit Leiden, Belanda. Anak muda yang lagi bolak balik Belanda – Ternate ini sementara melakukan penelitian kawasan di provinsi kepulauan ini. Ditambahkan Basri, kalau Cuma berfikir saja mending jadi filosof saja.
Pernyataan lelaki yang mengambil Studi tentang ilmu-ilmu sosial non Barat ini menyorot Maluku Utara yang menurutnya butuh orang yang punya kecerdasan kawasan. Kecerdasan mana dia maksudkan untuk mengatasi apa yang menjadi tantangan di sekitar kita.
Teori dari anak muda yang suka menyebut dirinya sebagai pengamat kawasan ini, dimaksudkan untuk menjawab problem keadilan bagi semua orang.  Ia mengatakan, seorang pemikir juga harus punya perencanaan matang dalam menanggapi beragam masalah. Mengutip Thompson, harus ada Gagasan yang jernih dari orang yang energik dan berkeinginan baik.
Untuk Maluku Utara, dengan kondisi geografis yang ada, kata Basri,  butuh kecerdasan territorial. Kecerdasan territorial diperlukan untuk mengatasi apa yang menjadi tantangan di sekitar kita.
Yang dibutuhkan ke depan adalah keadilan bagi semua orang. Kedua, kecerdasan kawasan memberi lebih banyak kesempatan bagi orang-orang untuk melihat keadaan sekitarnya. “Kita belakangan ini menjadi negeri yang penuh bencana. Tapi kita tidak punya perencanaan territorial yang memadai,” jelasnya.
Itu perlu digarap lebih serius. Koalisi akal sehat terbatas di mana mana. Saat ini kita baru punya koalisi membagi. Jika kita sudah punya koalisi akal sehat, kesadaran ini akan memberi kesempatan kita untuk lebih jauh mencermati masalah kita sendiri. Dan, jangan melihat sesuatu karena apa adanya, secara berlebihan. Misalnya, kita cenderung memberi respek yang berlebihan terhadap hal-hal yang normal. Contoh, seorang yang karena jabatannya melakukan sesuatu sesuai tugasnya, dianggap sebagai pelopor kesuksesan.
Kembali ke kondisi daerah, saat ini kita tidak punya wawasan territorial tapi wawasan fungsional. Pada banyak pertemuan, titik temu makin sedikit. Padahal dengan banyak pertemuan, titik temu seharusnya makin besar peluangnya.
Hal ini harus dipertimbangkan secara matang, karena ada tiga masalah di daerah ini yang menjadi ancaman serius ke depan: pertama, daerahnya terbuka dari luar; kedua, kaya akan sumber daya alamnya; ketiga, masyarakatnya terlalu heterogen.
Untuk itu dibutuhkan seorang pemimpin yang ideal. Ada tiga hal pokok dalam penilaian seorang pemimpin: Dalam situasi normal, dia memberi inspirasi bagi kita; Dalam situasi tidak normal, dia berdiri di depan membela kepentingan rakyat; Secara pribadi, dia layak diteladani.
Demikian anak Takalar yang menyelesaikan studi S1 Ilmu Komunikasi Pada FISIP Universitas Sam Ratulangi Manado, dan Magister diraih di Universitas Hawaii, Amerika Serikat, dengan  study tentang sosiologi pengetahuan dan studi-studi masa depan.
Mendengar gagasan-gagasannya, saya teringat akan lelaki muda mungil di Jalan Pulau Kalimantan Nomor 6, Kleak, Manado. Di rumah kontrakan yang kami jadikan secretariat Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim (FKMM) Manado inilah, pertama kali saya mengenal anak ini. Kami sama-sama aktif di organisasi ini, berdiskusi, menuliskan gagasan, dan berdiskusi lagi.
Lelaki berwajah baby face ini selalu serius dalam belajar. Kalau membaca buku, dipelototinya buku itu sampai selesai. Begitu selesai membaca, langsung duduk manis di depan computer. Lalu gagasan-gagasannya dituangkan dalam tulisan yang cukup bernas. Di usianya yang masih sangat belia ketika itu, di pertengahan tahun 1990-an, dia sudah dikenal dikalangan kaum intelektual di Manado. Sebagai mahasiswa, ia sudah menjadi salah satu kolumnis di Manado Post, salah satu Koran ternama di Sulawesi Utara.
Ah, ternyata lelaki yang kini bapak satu anak itu telah jauh menjelajah. Saya hanya bisa berdoa, semoga persinggahannya di Ternate membawa makna bagi perubahan di daerah ini.


Tanggapan

  1. maaf pak/ mas/ abang/ saudara, apakah punya info tentang basri amin. Saya ingin sekali melakukan kontak dengan beliau. Saya adalah satu orang yang pernah belaiu bimbing waktu kuliah di USR. Jadi saya mohon perkenannya mengkontek saya bila tahu email saudara Basrri Amin.
    Terima kasih

  2. kawan, Basri Amin memang kawan baik saya. saat ini kebetulan dia lagi melakukan penelitian di kota saya, Ternate. setahu saya, sejak dari amerika, alamat emailnya belum berubah. coba saja menghubunginya via email, pasti diresponnya.

  3. Uci, tolonk ngana kirim basri pe email address dulu, qt sementara di Utrecht disampng Leyden, Belanda. Juga nomor hp jika ada. Terima kasih n syukur dofu2.

  4. Maluku Utara memang membutuhkan cendikiawan yang punya komitment terhadap teritori tsb. Sayangnya birokrasi lokal kurang membuka pintu bagi wacana intelektual secara terbuka bagi masa depan Maluku Utara deh. Manusia seperti Basri dibutuhkan untuk sebuah proses pencerahan generasi muda Maluku Utara….agar tidak narrowminded tentunya.

  5. assalamualaikum
    apa kbr ka???
    komentar saya tentang tulisan k’basri tentang ternate jujur saya malu krna saya yang notabene adalah orang trnte tpi tidak terlalu tahu tntang trnte makanya saya salut dengan k’basri yang mampu menguasai sejarah,budya,dll tentang ternate.
    o iya mau nanya juga nih
    kpn slsai penelitian diternate
    dan klw blh usul
    penelitian ttg ternate klw sudah dibukukan jgn lpa bagi2 ya…
    makasih ya ka
    wasalam

  6. Assalamu’alaikum..

    Salam kenal utk Roesly yg baik. Saya dulu pernah satu kelas dengan kawan Basri Amin saat kulian di komunikasi Unsrat.

    Saya hanya 1 tahun saja di manado, kemudian pindah k Bandung. Setelah itu tidak ada kontak lagi. Guna menjalin kembali silaturahmi: Bolehkah saya meminta email Kawan Basri Amin?

    Atas kebaikannya saya ucapkan terima kasih.

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    -Fajar Syuderajat

  7. kawan fajar yang baik
    Basri saat ini lagi di Belanda. nanti aku kasih kontaknya langsung ke email pribadi kamu ya. terima kasih sudah berkunjung.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori