Oleh: rusli | November 24, 2011

Ohongana Manyawa, Penguasa Rimba yang Tersisih

Togutil, komunitas local Halmahera, sudah mendiami pedalaman Halmahera selama ratusan tahun. Selama ini mereka identik dengan julukan penguasa rimba. Komunitas dengan populasi yang kian menyusut ini menggunakan bahasa Tobelo Dalam atau Tobelo Halus dalam komunikasi keseharian mereka.
Sedikit banyak mereka punya kemiripan dengan suku Alifuru yang mendiami pulau Seram, sehingga sebagian orang menjuluki Alifuru Halmahera. Tapi, menilik bahasanya, sebagian masyarakat local Halmahera menyebut mereka sebagai Tobelo hutan atau orang hutan. Julukan dalam bahasa Tobelo (bahasa yang juga dipakai komunitas ini) adalah, Ohongana manyawa atau penghuni rimba. Mereka lebih suka dengan sebutan ini ketimbang nama Togutil. Darsis Huma, dekan Fakultas Hukum UMMU Ternate dalam satu diskusi dengan penulis menyebut bahasa mereka sangat halus dan kadang sulit dipahami Tobelo pesisir. Baca Lanjutannya…

Oleh: rusli | November 16, 2011

Hasil Tambang NHM Lari Kemana

Sukses tambang emas di Gosowong dan Nikel di Aketajawi, seharusnya menjadi rahmat yang luar biasa. Keuntungan yang mengalir ke daerah ini harus jelas. Kenyataannya, keuntungannya bagi rakyat Maluku Utara ibarat pepatah, jauh panggang dari api: tak jelas. Sejauh ini, yang jelas hanya pendapatan dari galian C yang masuk ke Halmahera Utara. Itupun pertahun hanya sedikit. Di tahun 2011 ini, lewat perjuangan yang panjang, barulah Halut bisa menerima Rp. 75 milyar, baik dari galian C maupun sumbangan pihak ketiga dan CSR/Comdev. Selebihnya masuk berupa royalty ke kas Negara.
Sementara bagi Halmahera Barat sendiri, yang hanya sejengkal dari kawasan eksploitasi Gosowong, hasilnya tak sebanding dengan dampak lingkungan yang harus diterima warganya. Bahkan beberapa laporan warga menyebutkan, lahan mereka sudah berada di kawasan tambang. Suara ledakan dinamit sudah mulai mengganggu masyarakat Ibu yang berdiam di wilayah pedalaman. Dengan sendirinya ada pertanyaan besar, lantas kemana retribusi galian C untuk kabupaten miskin ini, jika penambangan sudah masuk wilayah Halbar? Baca Lanjutannya…

Oleh: rusli | November 14, 2011

Pada Gadis Kembara

Sekedip malam angin bertiup lembut

Wajah pualam tengada ke langit kelam

Aroma melati menyebar tuju petala langit

Merapat sendu kian mengalun

Tak juga risau pada takdir

Gadis sunyi menenteng kamera

Meski letih tak hentikan langkah

Pada sunyi dia menyapa

Pada alam angannya melara

Semua kembara telah menjadi fatamorgana

Seperti air melarutkan serapah

Dan malam berlalu tanpa keluh

Dirinya adalah sepi yang tak berujung

Meski menapak di dedaunan luruh.

Ternate, 21 April 2011

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.